Detail Bumbu dan bahan masakan Salam

Salam

Salam

Salam sering digunakan didalam masakan kita, untuk membuat soto, rawon, lodeh, dan lainnya.
    Tanaman salam punya nama botani: Syzygium polyanthum. Ciri khas daun salam, bila diremas-remas, mengeluarkan bau harum. Permukaan daun bagian atas terasa licin dan berwarna hijau tua sedangkan permukaan bawahnya justru hijau muda. Bentuk daun lonjong, ujungnya meruncing, dan pangkalnya juga runcing. Ukuran daun lebar sekitar 3-8 cm, dan panjang 5-15 cm.
    Bukan hanya daunnya yang harum, bunga salam juga berbau harum. Lantas, buahnya bulat, kecil seputar diameter 8-9 mm. Bila Anda ingin coba mencicipi buah salam, rasanya agak sepat. Buah muda berwarna hijau, tapi setelah tua jadi merah gelap. Bijinya bulat dan warna cokelat. Sementara itu, batang pohon salam berbentuk bulat dengan permukaan licin. Akarnya termasuk tunggang.


BERTANAM DI PEKARANGAN
    Sampai sekarang sebagian besar pohon salam tumbuh be-bas (sebut saja liar) di hutan, pegunungan, dan sedikit dijumpai di tegalan. Namun tak menutup kemungkinan, kita bisa mengusa-hakan menanam salam di tanah pekarangan seputar rumah. Di samping bisa dimanfaatkan daun dan kulit batangnya, juga bisa dipakai sebagai peneduh. Sebab pohon salam bertajuk rimbun dan tingginya mencapai 20 meter lebih. Hingga rumah kita terasa asri..
    Yuk kita coba bertanam sendiri. Untuk bibitnya pilih saja bibif cangkokan meskipun tanaman salam bisa diperbanyak de-ngan biji ataupun stek. Bibit cangkok lebih cepat tumbuh, dan penampilannya sama dengan pohon incluknya. Bibit itu bisa di-bell di kios atau nursery tanaman hias, atau bisa juga di Balai Perkebunan terdekat.
    Langkah awal bikin lubang tanam. Mau bikin 1 atau 2 lubang bahkan lebih, terserah Anda. Cangkul tanah pekarangan den-gan kedalaman 50 cm, lebar dan panjang juga masing-masing 50 cm. Tolong pisahkan antara tanah lapis atas (sekitar 25 cm) di sebelah kin, dan tanah lapis bawah di sebelah kanan lubang. Biarkan selama 2-3 minggu. Setelah itu masing-masing lapisan tanah diberi 10 kilogram pupuk kompos, dan biarkan lagi selama 2-3 minggu.
    Setelah itu, tanah kembali dimasukkan ke dalam, dengan susunan seperti sediakala. Masukkan tanah lapisan bawah, dan disusul dengan tanah lapis atas. Masukkan bibit di tengah-te-ngah lubang, sejajar dengan permukaan tanah. Padatkan tanah di seputar batang bibit. Ketika menanam, bibit salam perlu diberi penopang dari bambu atau kayu, mencegah pertumbuhan tana-man ke arah sam ping hingga tak sedap dipandang mata.
    Baik sekali kalau 2 kali setahun (awal dan akhir musim hujan) tana-man salam diberi pupuk NPK (15- 15-15) sebanyak 250 gram per po-hon. Pupuk NPK ini gampang dibeli di kios atau toko pertanian. Caranya, pupuk NPK dibenamkan di bawah lingkaran tajuk tanaman salam, yang digali dengan kedalaman dan lebar 10-15 cm.
    Pada awal pertumbuhan ini Anda diminta cukup rajin menyiram saban hari. Lalu, juga membersihkan rum-put-rumput di sekitarnya. Bila pohon salam mulai besar, biasanya ditum-buhi benalu. Berarti, Anda juga harus rajin memotong benalu.

BISA JADI OBAT
   

   Diam-diam, daun salam bisa menumpas diare, lo. Caranya, se-diakan 20 lembar daun salam dan cuci bersih. Kemudian rebus di dalam 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Sesudah dingin, saring. Air saringan tersebut diminum. dua kali .sehari, masing-masing 1/2 gelas. Dijamin, diare langsung setop. Daun salam juga dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, antara lain :

Diabetes
Rebus 7 lembar daun salam di dalam 3 gelas sampai beberapa waktu hingga volumenya tinggal 1 gelas. Setelah dingin, saring. Minumlah dua kali se-hari masing-masing 1/2 gelas.

Maag
Rebus 15 lembar salam dengan 1/2 liter air sampai mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Lalu saring. Minum selagi hangat. Lakukan sesering mung-kin setiap hari sampai rasa perih di lambung hilang.

Kudis
Giling 1 lembar daun salam sampai menjadi adonan seperti bubur. Nah, bubur tersebut dibalurkan pada kulit yang terserang kudis atau penyakit gatal lainnya.