Detail Bumbu dan bahan masakan Surimi

Surimi

Surimi

Surimi adalah kata pinjaman Jepang mengacu pada produk pangan berbasis ikan yang telah dilumatkan dengan pasta tebal dan memiliki sifat dari item makanan padat dan kenyal saat dimasak.
Surimi protein miofibril ikan yang telah distabilkan dan diproduksi melalui tahapan proses secara kontinyu yang meliputi penghilangan kepala dan tulang, pelumatan daging, pencucian, penghilangan air, penambahan cryoprotectant, dilanjutkan dengan atau tanpa perlakuan, sehingga mempunyai kemampuan fungsional terutama dalam membentuk gel dan mengikat air. Surimi merupakan produk antara yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk lanjutan (fish jelly products) seperti bakso, sosis, otak-otak, kamaboko, chikuwa yang spesifikasinya menuntut kelenturan (springiness).
Surimi produk makanan yang banyak dinikmati di banyak budaya Asia dan tersedia dalam berbagai bentuk, bentuk, dan tekstur, dan sering digunakan untuk meniru tekstur dan warna daging lobster, kepiting dan kerang lainnya. Produk surimi yang paling umum di pasar Barat adalah imitasi daging kepiting.
Beberapa keunggulan yang dimiliki surimi adalah sebagai berikut:

1. Dapat memanfaatkan ikan yang sering digunakan (ekonomis) dan ikan yang jarang digunakan (nonekonomis) sebagai bahan baku.
2. Surimi beku dapat disimpan lama dan memiliki kandungan protein fungsional yang tinggi.
3. Variasi produk berbahan dasar surimi dapat diproduksi dengan alternatif bentuk dan kualitas rasa, dengan cara mengaplikasikan berbagai macam teknologi pengolahan dan bumbu (seasoning).

Pada umumnya penyimpanan dan pendistribusian surimi dilakukan dalam bentuk beku. Surimi yang sudah dicampur dengan cryoprotectant misalnya gula atau sodium tripolifosfat, dikemas dalam kantong-kantong plastik kemudian dibekukan dan disimpan beku pada suhu -20ÂșC. Surimi beku ini memudahkan dalam transportasi, penyimpanan dan penanganan, tetapi memerlukan proses pelelehan (thawing) sebelum diolah menjadi produk lanjutan. Selama penyimpanan beku masih terjadi perubahan sifat fisiko-kimia protein yang berpengaruh terhadap sifat fungsionalnya.

dari berbagai sumber