Sushi

Sushi
Sushi

Sushi adalah Makanan dari Jepang berupa nasi yang disiapkan khusus atau dikombinasikan dengan berbagai bahan (neta), seperti seafood, sayuran, dan sesekali buah-buahan. sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.

Gaya sushi dan penyajiannya sangat bervariasi, tetapi bahan utamanya adalah "nasi sushi", juga disebut sebagai shari atau sumeshi. Istilah sushi tidak lagi digunakan dalam konteks aslinya dan secara harfiah berarti "rasa asam".

Sushi secara tradisional dibuat dengan nasi putih, meskipun dapat juga menggunakan beras merah. Ini sering di kombinasikan dengan makanan laut, seperti calamari, belut, atau daging kepiting. Kadang kalanya di kombinasikan dengan bahan vegetarian. Sushi sering disajikan dengan acar jahe (gari), wasabi, dan kecap. Lobak Daikon populer sebagai hiasan.

Sejarah Sushi

Sushi berasal dari masakan Asia Tenggara, yang sekarang dikenal sebagai narezushi (ikan asin), yang disimpan dalam beras yang difermentasi selama berbulan-bulan. Fermentasi lakto dari beras mencegah ikan dari kerusakan dan nasi akan dibuang sebelum dikonsumsi ikan. Jenis sushi awal ini menjadi sumber protein penting di Jepang. Istilah sushi berasal dari bentuk gramatikal kuno yang tidak lagi digunakan dalam konteks lain, dan secara harfiah berarti "rasa asam"; hidangan keseluruhan memiliki rasa asam dan umami atau gurih.

Cuka mulai ditambahkan pada pembuatan narezushi pada periode Muromachi (1336–1573) untuk meningkatkan rasa dan keawetan. Selain meningkatkan asam dari beras, cuka secara signifikan meningkatkan keawetan hidangan, menyebabkan proses fermentasi menjadi singkat dan akhirnya ditinggalkan. Jenis susi jaman ini yang dikenal adalah oshizushi (sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu biasanya berbahan bambu)

Pada jaman Edo sushi yang dikenal adalah Nigirizushi, nasi yang dikombinasikan dengan ikan segar dan diberi cuka beras. Gaya khusus nigirizushi hari ini menjadi populer di Edo (kontemporer Tokyo) pada 1820-an atau 1830-an. Salah satu kisah umum asal nigirizushi adalah koki Hanaya Yohei (1799-1858), yang menemukan atau menyempurnakan teknik ini pada tahun 1824 di tokonya di Ryōgoku. Hidangan susi ini awalnya disebut Edomae zushi karena menggunakan ikan yang baru ditangkap dari Edo-mae (Edo atau Teluk Tokyo), istilah Edomae nigirizushi masih digunakan saat ini untuk sushi berkualitas, terlepas dari asal bahannya.

Jenis-Jenis sushi

Bahan uatama dalam semua jenis sushi adalah nasi sushi bercuka. Isi, topping, bumbu, dan persiapannya sangat bervariasi. Berikut ini jenis-jenis Sushi :

1. Chirashizushi


Chirashizushi ("sushi yang tersebar", juga disebut sebagai barazushi) yaitu menyajikan nasi dalam mangkuk dan toppingnya dengan berbagai ikan mentah dan garnish sayuran. Ini biasanya dimakan karena isiannya, cepat dan mudah dibuat.

  • Edomae chirashizushi sushi bergaya Edo disajikan dengan bahan-bahan mentah dengan susunan berseni.
  • Gomokuzushi (sushi bergaya Kansai) terdiri dari bahan yang sudah matang atau mentah yang dicampur dalam nasi.
  • Sake-zushi (sushi bergaya Kyushu) menggunakan arak beras lebih banyak dari cuka dalam masakan nasi, dan topping dengan udang, bream laut, gurita, jamur shiitake, rebung dan irisan dadar telur.

2. Inarizushi


Inarizushi adalah Tahu goreng yang diisi dengan nasi sushi. Menurut Cerita inarizushi dinamai menurut dewa Shinto Inari. Rubah, utusan Inari diyakini oleh orang Jepang memiliki kesukaan tahu goreng, dan gulungan Inari-zushi memiliki sudut tajam yang menyerupai telinga rubah,

3. Makizushi