Puding Rempah Tabur keju

Puding Rempah Tabur keju
Resep Puding Rempah Tabur keju

Bahan:
150 g keju cheddar, parut kasar *)
150 g tiger bread, iris kulit bagian atas (warna cokelat) dan cetak (atau gunakan gunting khusus) bentuk bundar diameter 3 cm.Sisanya (warna putih) iris melintang 1 cm **)
20 g mentega tawar, aduk hingga lembut 250 g raja kupas kulit, potong melintang 1/2 cm

Aduk rata:
50 g gula pasir
1 sdt kayu manis bubuk
1/4 sdt biji pala parut

Adonan telur:
5 hutir (300 g) telur ayam
125 g gula pasir
750 ml santan dari 1 butir kelapa
1/4 sdt garam
50 g sultana

Cara membuat:
- Siapkan pinggang bundar tahan panas bervolume 500 ml, semir dengan mentega hingga rata. Sisihkan.
- Olesi salah satu sisi setiap potongan roti dengan mentega hingga rata. Taburi sisi roti bersemir mentega dengan campuran kayu manis hingga rata. Sisihkan.
- Susun roti dalam loyang datar persegi. Panggang dalam oven panas bersuhu 160 c selama 15 menit hingga roti kering sambil balik sesekali. Angkat. Sisihkan.
- Adonan telur: Kocok telur dan gula pasir hingga gula larut dan kental. Tuangi santan, garam, dan sultana, kocok hingga rata. Sisihkan.
- Penyelesaian: Susun secara berlapis bergantian roti putih (yang bersemir mentega di bagian atas) dan pisang. Akhiri dengan 'menyebarkan' roti bentuk bundar Tuangi adonan telur. Diamkan 15 menit. Taburi sebagian keju parut hingga rata.
- Panggang dalam oven panas bersuhu 180 C selama 40 menit hingga matang dan berwarna kecokelatan. Angkat.
- Selagi panas taburi sisa keju parut sambil tekan-tekan hingga keju agak melekat. Panggang kembali dalam oven panas bersuhu 180 C selama 10 menit hingga keju kering. Angkat.
- Sajikan hangat.

Untuk 8 porsi
Kalori per porsi: 410 Kalori

*) Keju cheddar: Keju Inggris yang terbuat dari susu sapi. Berwarna kuning terang dengan tekstur keras. Dijual dalam bentuk lembaran, atau dalam kemasan karton. Dapat diperoleh di pasar swalayan atau pasar tradisonal.
**) Tiger bread: Sejenis roti tawar dengan kulit menyerupai kulit macan. Dapat diperoleh di toko roti pasar swalayan.

0 Komentar
Kirim Komentar

Email tidak akan di publish. Required fields are marked*